3 Contoh Puisi Religi tentang Ramadhan

  • Bagikan
puisi religi tentang ramadhan
puisi religi tentang ramadhan

Ramadhan tinggal menghitung hari. Sebagai umat Muslim, tentu kita semua berbahagia akan kabar baik ini. Jika hanya dengan mendengar kabarnya saja kita sudah mendapat pahala kebaikan, bagaimana jika kita menjalankannya kelak, tentu pahala yang akan kita peroleh akan dilipat gandakan. Apalagi, ibadah Ramadhan ini adalah ibadah yang hanya ada setahun sekali, dan sifatnya adalah wajib. Sehingga, sangat sayang jika kita lewatkan. Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, seluruhnya bersuka-cita dalam bentuk yang berbeda-beda. Salah satu bentuk sukacita yang sering ditampilkan oleh banyak orang adalah membuat puisi religi tentang Ramadhan.

Tentu, membuat puisi religi tentang Ramadhan merupakan bentuk sukacita terbesar bagi Anda yang memiliki hobi di bidang tulis menulis atau hanya sekedar membaca. Apalagi, dengan menuangkan perasaan terdalam ke dalam sebuah tulisan, tentu ada berbagai manfaat yang akan Anda dapatkan. Salah satunya adalah melatih skill Anda dalam menulis.

Contoh Sederhana Puisi Religi Tentang Ramadhan

Bagi Anda yang sudah berniat ingin membuat puisi religi tentang Ramadhan, namun masih belum memiliki inspirasi, maka tenang saja, Anda tetap bisa menulis puisi dan berkarya kok, karenan kali ini, Admin akan memberikan empat contoh puisi religi.

Menyambutmu

Hai Ramadhan, masih tersisa sebulan lagi kita akan bertemu

Kau akan bertamu, dan kami akan menyambutmu dengan hangat

Bau semerbak aromamu saja sudah membuatku bahagia, Bagaimana dengan mu

Sudah sebelas bulan kami merindu, menanti datangmu

Dan kali ini, sepuluh bulan sudah terlewati ternyata

Kami hanya tinggal menunggu sebulan lagi dengan tidak sabar

Penantian besar terus kami harap-harapkan

Ah, Ramadhan, kami menyambutmu di setiap tahun

Dan dengan sulit melepas pergimu yang cukup lama

Kerinduan itu kian membuncah, tak sabar menemuimu

Berlapar-lapar berharap pahala, menahan diri dari amarah

Kami rindu, sebab jika di hari biasa, perut kami lebih sering terisi daripada kelaparan

Maka dengan hadirmu, ada banyak yang kami tunggu

Salah satunya adalah berlapar-lapar demi mendapatkan rahmat Nya.

Ramadhan di Tengah Covid

Puisi religi tentang Ramadhan yang berikutnya berjudul Ramadhan di tengah Covid.

Hai Ramadhan, sebentar lagi kita bertemu

Semoga usiaku bisa membawaku menemuimu

Dan kali ini, engkau akan kami sambut dengan cara yang sama seperti setahun lalu

Kami juga harus menunda berbagai keinginan kami

Kebiasan rutin kami selama sebulan

Kami tidak bisa buka puasa bersama teman-teman

Tidak bisa ngabuburit, dan lain sebagainya

Kerinduan kian besar bersama mereka, namun bagaimanapun kondisinya, kami akan menyambutmu dengan sangat gembira

Karena ada keberkahan di sana

Kita harus bertemu lagi dengan kondisi yang sama, dalam nuansa Pandemi

Tidak apa-apa ya, kita sama-sama berdamai

Semoga saja, tahun depan kita sudah bisa bertemu seperti biasanya ya

Aku rindu dengan nuansa shalat tarawih beramai-ramai

Ya,  yang paling penting adalah, semoga tahun ini kita bisa bertemu dulu ya

Pahala

Jika hari biasa aku bermalas-malasan, maka ketika kau datang aku amat rajin

Ntahlah, bagaimana bisa ini terjadi

Yang kutahu, kau membawa sebuah semangat baru dalam hidupku

Ya semoga saja, ramadhan kali ini aku bisa mendapat pahala

Dan selesai pergimu, aku bisa menjadi lebih rajin ya

Jadi, itulah dia tiga contoh puisi religi tentang Ramadhan. Semoga bsia menjadi sedikit inspirasi bagi Anda yang membutuhkan. Jangan lupa untuk membuat puisi yang banyak tentang Ramadhan, dan semoga kita dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini ya.

  • Bagikan