Alas Roban Dimana

  • Bagikan
Alas Roban Dimana
Alas Roban Dimana. Sumber Gambar: Google.com

Alas Roban dimana dan bagaimana kondisinya?. Siapa yang belum pernah mendengar tentang Alas Roban? Sayangnya, hutan ini merupakan kawasan atau trail di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Jalur Alas Roban menghubungkan wilayah Batang dan Semarang.

Jalan ini merupakan bagian dari jalur Pantura. Profil jalan terlihat cukup curam dan berkelok-kelok dengan sisi kiri dan kanan jalan berbentuk hutan yang dengan pepohonan tinggi. Pemandangannya terlihat indah, namun beberapa orang benar-benar merinding saat melihatnya.

Alas Roban Dimana

Alas dalam bahasa Jawa artinya “hutan”. Sayangnya, Roban merupakan kawasan di tengah hutan belantara, namun di tengah hutan telah menjadi jalan raya.

Jalan ini pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36 dan menjabat pada tahun 1808-1811.

Orang belanda kemudian memberi nama jalan ini dengan nama De Grote Postweg. Pembangunannya sendiri  bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur akibat pertumbuhan penduduk di bagian utara Jawa Tengah.

Batas kawasan Alas Roban dimulai dari perbatasan Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang yang kini menjadi Kota Pekalongan. Pada masa pemerintahan Gubernur Daendels, banyak masyarakat adat yang melakukan pekerjaan berat dalam membangun jalan.

Pekerjaan wajib oleh penduduk ini bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan jalan. Tentu saja kerja paksa ini telah menimbulkan banyak korban karena penggunaan sistem kerja yang tidak manusiawi.

Belanda membuang banyak korban pembangunan jalan ini di kawasan hutan. Sehingga, pada saat itu kawasan Alas Roban juga menjadi tempat pembuangan mayat dan terkenal angker.

Kawasan hutan Roban memang terkenal dan beberapa komunitas telah mempergunakannya. Kawasan ini dibuka pada tahun 1602 oleh Ki Bahurekso, utusan Sultan Agung Mataram.

Saat itu sedang terjadi perselisihan antara VOC dan Mataram, sehingga Sultan Agung berencana menyerang VOC. Karena banyak pasukan yang ikut dalam pertempuran itu berasal dari luar Jawa, maka Sultan Agung Alas membuka Roban untuk dijadikan tempat pemukiman berbagai tempat guna menunjang perbekalan logistik. Penebangan adalah untuk menanam berbagai sumber makanan.

Jika pada tahun 1808-1811, pada masa pembangunan De Grote Postweg, Belanda banyak membuang korban di sekitar Alas Roban, hal yang sama terjadi pada tahun delapan puluhan. Pada tahun yang sama, ada orang yang juga membuang banyak korban Petrus ke kawasan hutan pada masa Orde Baru. Hasilnya, kawasan tersebut terkesan padat dengan kesan mistis dan hantu.

Keadaan dan perkembangan jalan

Kondisi jalan di Alas Roban memiliki topografi yang menanjak dan berkelok-kelok. Wajar saja, situasi ini membuat suasana semakin mencekam saat melintasi kawasan ini.

Kecelakaan sering terjadi di kawasan ini yang mengakibatkan kematian korban. Memang, kawasan hutan ini tercatat sebagai salah satu “jalur tengkorak” di Indonesia.

Medan di jalan ini cukup sulit. Karena terdapat banyak tanjakan dan tikungan yang terjal. Oleh karena itu, para pengendara harus untuk selalu berhati-hati saat melintasi kawasan ini.

Untuk mengatasinya, pemerintah membuat jalur alternatif di kawasan Alas Roban. Jalur alternatif terdiri dari lingkar utara dan selatan. Bagi yang ingin melintasi kawasan ini dengan kendaraan pribadi, dapat mengambil jalur alternatif Lingkar Utara.

Sedangkan untuk kendaraan berat sebaiknya menggunakan jalur selatan berupa jalan beton. Rute selatan relatif lebih jauh, tetapi ada lebih sedikit tanjakan dan tikungan tajam di rute ini. Selain itu, ada beberapa rest area di rute ini tempat pengemudi dapat beristirahat.

Selain itu, penerangan jalan di Alas Roban juga tidak terlalu terang, sehingga Anda mesti berhati-hati saat melintas di malam hari.

Tips Mengemudi di Alas Roban

Bagi yang melintasi kawasan ini namun tidak mengenali kondisinya. Berikut tips berkendara saat melewati Alas Roban:

  1. Tetap fokus

Jalan yang berkelok dan tanjakan yang terjal di kawasan Alas Roban mengharuskan pengendara untuk selalu berkonsentrasi. Mengendarai kendaraan harus dengan konsentrasi terbesar untuk menghindari kecelakaan. Jangan memiliki pikiran negatif saat bepergian agar konsentrasi Anda tidak terganggu.

  1. Batas Kecepatan

Jalanan di Alas Roban terkenal dengan liku-liku dan tanjakan, sehingga pengemudi tidak hanya menuntut konsentrasi tinggi, tetapi juga menjaga kecepatan kendaraan. Perhatikan kecepatan kendaraan, apalagi jika hujan deras, agar kendaraan tidak tergelincir.

  1. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima;

Sebelum Anda bepergian, periksa langsung kendaraannya. Pastikan kendaraan yang akan Anda gunakan dalam kondisi terbaik. Terutama yang berkaitan dengan fungsi klakson, fungsi rem, lampu sein, ban, mesin kendaraan dan oli.

Alas  Roban, terkenal memiliki medan jalan yang berbahaya, sebenarnya adalah hutan yang kita harus lestarikan di pulau Jawa. Karena itu, yang terbaik adalah memperhatikan sepanjang  jalan dan menjaga keasriannya. Hindari membuang sampah sembarangan untuk menjaga keasriannya.

Ini juga merupakan ide yang baik untuk menjaga suasana di sekitar alas tetap bagus dan hijau. Menghindari overpopulasi pembangunan di sekitar hutan juga dapat membantu melestarikan keberadaannya.

Inilah artikel tentang Alas Roban dimana, semoga bermanfaat.

  • Bagikan