Oli Mesin yang Digunakan Pada Sepeda Motor Adalah
Oli Mesin yang Digunakan Pada Sepeda Motor Adalah

Oli Mesin yang Digunakan Pada Sepeda Motor Adalah

Oli mesin yang digunakan pada sepeda motor adalah pelumas dengan tingkat kekentalan (SAE) antara SAE 10W-40, SAE 15W-40, dan SAE 15W-50.

11https://www.fortuna-motor.co.id/jenis-oli-mesin-motor/

Sebagai pengguna sepeda motor, Anda perlu tahu segalanya Jenis oli mesin Juga untuk fungsi apapun. Ini karena fakta bahwa minyak berbeda dari minyak. Oli di mesin adalah pelumas penting untuk mesin serta untuk pendinginan dan insulasi.

Pengertian oli mesin yang digunakan pada sepeda motor adalah

Sebelum itu, Anda perlu mengetahui apa itu pelumas / oli mesin. Pelumas ini khusus digunakan untuk melumasi sepeda motor, membuat mesin lebih kuat dan tahan lama.

Fungsi oli adalah untuk mencegah gesekan antara logam dan bagian lain dari mesin. Berikut adalah beberapa cara umum untuk menggunakan oli motor pada sepeda motor Anda.

  • Volume Suara Kendaraan Bermotor => Oli yang bersih dan segar tetap mengurangi kebisingan akibat benturan mesin. Karena itu, suara mesin akan lembut. Jika suara mesin sangat bising, berarti sudah saatnya mengganti oli mesin.
  • Mesin motor terlindungi dari karat => Adanya zat aditif pada oli mesin melindungi bagian dari karat atau karat. Alasannya adalah karat mesin melibatkan logam rendah. Oleh karena itu, penggantian oli harus dilakukan secara teratur pada interval yang disarankan.
  • Mengurangi gesekan pada mesin => Benturan terjadi saat mesin hidup. Fungsi oli motor adalah untuk mencegah goresan dan keausan pada mesin akibat kecepatan.
  • Menjaga Suhu Motor => Mesin memanas saat mesin bekerja keras. Oleh karena itu, oli motor yang baik mencegah panas berlebih.

4 jenis oli motor berdasarkan bahan yang dihasilkan

Ada beberapa jenis pelumas yang dapat digunakan sebagai pelumas. Perbedaannya terletak pada bahan dari mana minyak dibuat. Berikut 4 jenis oli yang dimaksud yang sering digunakan sebagai pelumas mesin sepeda motor Anda.

1, Oli mesin yang digunakan pada sepeda motor adalah – Oli Vegetable

Sesuai dengan namanya, minyak ini dibuat dari tumbuh-tumbuhan dan disuling menjadi minyak dalam bentuk tincture. Minyak ini adalah salah satu minyak terbaik dan banyak digunakan di berbagai ras atau ras.

Namun, minyak ini memiliki proses oksidasi yang sangat mahal dan cepat. Minyak jarak ini tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang.

2. Oli Mineral

Minyak jenis ini merupakan proses pemurnian mineral. Tujuannya agar sepeda motor tua lebih awet. Selain itu, saat mesin dingin, getaran yang berasal dari mesin menjadi lebih lembut. Ini lebih murah daripada minyak campuran.

Kekurangan minyak mineral adalah struktur molekul yang tidak seimbang. Penggunaan dapat meninggalkan bekas pada komponen sepeda motor Anda.

3. Oli Sintetis

Minyak ini dibuat dari produk minyak bumi seperti etilen. Minyak ini memiliki berbagai manfaat antara lain lebih stabil dan sifat pelumasan yang lebih baik.

Oli buatan tidak terlalu cepat meleleh dan membantu membersihkan mesin dari endapan karbon. Penggunaan oli ini memperlambat mesin dan banyak pengendara sepeda motor menyukainya.

4. Oli mesin yang digunakan pada sepeda motor adalah – Oli Semi Sintetis

Untuk oli yang satu ini, bahan yang digunakan adalah campuran mineral dan oli buatan. Oli memberikan pelumasan yang baik. Harganya juga relatif murah untuk diproduksi.

Oli ini juga memiliki kekurangan tersendiri saat digunakan. Ini mengandung karbon aktif dan belerang serta minyak mineral. Oli jenis semi sintetik ini merupakan salah satu oli yang harus Anda ketahui sebelum memilihnya untuk diaplikasikan pada motor kesayangan Anda.

Kode SAE dan API pada detail pengepakan oli mesin

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan oli motor. Salah satunya adalah kode dan detail pada kemasan oli mesin, yang biasanya berisi kode SAE dan API. Berikut adalah arti dan perbedaan antara kedua kode tersebut

Arti Kode SAE pada kemasan oli motor

SAE artinya. Asosiasi Insinyur Otomotif Diidentifikasi dengan kekentalan oli atau gemuk. Asosiasi ini mengawasi praktik standar di berbagai sektor, termasuk desain teknik dan manufaktur.

SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50, dll. biasanya digunakan pada kemasan oli yang Anda beli. Banyak yang tidak mengetahui arti dari kode tersebut.

Huruf W pada kode SAE di atas berarti “musim dingin”. Oleh karena itu, pengolahan oli disesuaikan dalam dua musim, musim dingin dan musim panas, sehingga saat suhu mesin mendingin, oli mesin menjadi lebih kental.

Oleh karena itu, kode angka di depan huruf di atas berarti tingkat kekentalan oli saat didinginkan. Angka di belakang huruf adalah tingkat kekentalan oli saat mesin hidup atau overheat.

Semakin besar angkanya, semakin besar viskositas oli motor. Sementara itu, semakin dingin suatu daerah, semakin tipis.

Kode API pada paket oli mesin

Kini, kita mengetahui Oli mesin yang digunakan pada sepeda motor adalah pelumas dengan tingkat kekentalan (SAE) antara SAE 10W-40, SAE 15W-40, dan SAE 15W-50.

Selanjutnya, Anda perlu memahami apa arti kode API berdiri Institut Perminyakan Amerika. Kode ini merupakan kriteria untuk menentukan kualitas minyak.

Anda biasanya akan menemukan 2 huruf lagi dari kode API di bagian belakang. Contohnya adalah API SN atau API CH. Huruf pertama menunjukkan jenis bensin atau kendaraan berbahan bakar bensin yang dilambangkan dengan huruf S.

Huruf kedua di atas menggambarkan kualitas oli mesin. Contohnya adalah API SG dan API SN. Semakin baru jenis oli, semakin baik kode ejaannya.

Spesifikasi Definisi tingkat kekentalan oli mesin

Salah satu hal yang perlu Anda ketahui tentang oli sepeda motor adalah visor. Ini akan mempengaruhi penggunaannya. Kekentalan oli sendiri sesuai dengan kebutuhan mesin karena setiap jenis mesin membutuhkan kadar oli yang berbeda-beda, ada yang encer atau kental. Pemakaian oli tidak memenuhi syarat standar, sehingga yang terjadi dapat menyebabkan mesin cepat panas.

Misalnya, penggunaan oli pada mesin yang terlalu kental, membuat transmisi lebih halus ke bagian mesin yang bergerak. Sebab, motor cepat rusak, apalagi saat putaran mesin tinggi.

Dengan bukaan chamber yang sempit dan lubang saluran oli yang kecil ke kepala silinder, maka distribusi oli akan kurang dari biasanya. Oleh karena itu, penggunaan oli harus sesuai standar pabrikan saja.

Sebagai pengendara sepeda motor, tidak ada salahnya mengetahui pengertian dan definisi kekentalan oli motor. Berikut adalah beberapa contoh cara membacanya

SAE 20W-50 – Arti Kode SAE pada kemasan oli motor

Oli mesin yang digunakan pada sepeda motor adalah pelumas dengan tingkat kekentalan (SAE) antara SAE 10W-40, SAE 15W-40, dan SAE 15W-50.

Arti dari kode ini adalah kekentalan oli 20 saat temperatur mesin mendingin. Sedangkan jika temperatur mesin, maka kekentalan oli berada pada level 50. Minyak jenis ini dianggap sangat kental dan memiliki penguapan paling rendah. Normalnya, jenis SAE ini digunakan untuk mesin dengan mesin yang lebih tua atau mesin dengan beban kerja yang lebih berat.

Oli ini aman digunakan jika Anda memiliki sepeda motor yang berusia di atas 10 tahun atau untuk sepeda motor populer. Hal ini untuk menjaga kompresi dalam kondisi baik. Di sisi lain, oli ini tidak berlaku untuk mesin dengan detail oli tipis. Akibatnya, traksi mesin menjadi lebih parah.

SAE 10W-30

Minyak dalam spesifikasi ini berarti memiliki 10 viskositas pada suhu dingin. Pada temperatur tinggi mesin beroperasi, kekentalan oli berada pada level 30.

Viskositas 10W umumnya memiliki keunggulan karena mampu menahan suhu hingga -20°C. Minyak ini bisa bocor jika dipanaskan hingga -30 derajat Celcius.

SAE 10W-40 – Arti Kode SAE pada kemasan oli motor

Oli motor dengan kode ini berarti oli memiliki kekentalan 10 pada suhu dingin. Sementara itu, viskositas oli berubah menjadi 40 derajat Fahrenheit (40 ° C) saat mesin hidup.

Pelumas jenis ini dirancang khusus untuk sepeda motor berperforma tinggi, seperti sepeda motor Yama. Oleh karena itu, saat mesin hidup, Anda akan mendengar suara putaran yang halus dan mulus. Selain itu, suhu di dapur tidak akan sepanas Anda menggunakan SAE 20W-50.

SAE 5W-30

Oli mesin yang digunakan pada sepeda motor adalah pelumas dengan tingkat kekentalan (SAE) antara SAE 10W-40, SAE 15W-40, dan SAE 15W-50.

Untuk SAE 5W-30 Kondisi minyak ini tergolong cair, bahkan pada suhu di bawah -30 °C. Namun, mesin masih hidup. Banyak sepeda motor Yamaha, seperti Yamaha YZF-R25, direkomendasikan untuk menggunakan oli ini.

Padahal, oli ini didesain khusus untuk motor balap dengan kecepatan hingga 14.000 putaran per menit. Oli ini juga mengandung oli balap.

7 Dampak Ganti Oli Motor pada Sepeda Motor

Fungsi oli mesin sangatlah penting. Oleh karena itu, Anda perlu menggantinya secara berkala. Jika tidak, akan ada berbagai konsekuensi yang tidak diinginkan.

  1. Performa mesin kurang dari yang seharusnya
  2. Tidak dapat memberikan perlindungan yang maksimal untuk mesin
  3. Sedimen atau endapan oli dapat muncul di bawah mesin
  4. Mesin motor bisa rusak karena bagian-bagian mesin seperti piston, blok silinder dan sistem transmisi tidak terlindungi dari oli murni.
  5. Mesin harus diturunkan ke dalam mesin dan bagian yang rusak diganti
  6. Mesin cepat panas
  7. Bahan bakarnya boros

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang oli mesin. Sebaiknya gunakan oli yang direkomendasikan oleh pabrikan sepeda motor untuk memastikan mesin sepeda motor berfungsi dengan baik sebagai komponen utama kendaraan. Selain mempengaruhi kenyamanan berkendara, penggunaan oli yang tidak tepat membuat biaya perawatan menjadi lebih mahal.

Akhir kata. Oli mesin yang digunakan pada sepeda motor adalah pelumas dengan tingkat kekentalan (SAE) antara SAE 10W-40, SAE 15W-40, dan SAE 15W-50. Semoga bermanfaat.

Kunjungi juga

Penggunaan lampu hazard

Simak Aturan Penggunaan Lampu Hazard Agar Selamat di Jalan Raya!

Mengenal Aturan Penggunaan Lampu Hazard yang Benar Mengemudi di jalan raya tentu saja memerlukan perhatian …