Cara Agar Laptop Tidak Lemot Windows 10

Cara Agar Laptop Tidak Lemot Windows 10
Cara Agar Laptop Tidak Lemot Windows 10. Sumber Gambar: Google.com

Cara agar laptop tidak lemot Windows 10 yang efektif. Saat ini, laptop seolah menjadi “kebutuhan wajib” bagi pelajar dan pekerja. Pasalnya, berbagai aktivitas yang kita lakukan membutuhkan bantuan dan alat pendukung seperti laptop. Mulai dari pembuatan dan pengiriman tugas, presentasi dan juga dari penciptaan hubungan kerja.

Cara agar laptop tidak lemot Windows 10

Jadi, banyak dari Anda sekarang melakukan tugas-tugas ini menggunakan laptop. Namun, apakah Anda pernah mengalami masalah atau masalah dengan laptop Anda?

Kendala umum yang sering terjadi adalah penurunan performa laptop. Hal ini bisa ditunjukkan dengan laptop berjalan lamban atau laptop cepat panas. Tentunya jika hal ini terjadi pada Anda, berbagai aktivitas pekerjaan akan mandek.

Untuk mengatasi laptop lemot, Anda tidak perlu panik atau terburu-buru untuk membawanya ke service center. Ketahui beberapa penyebab masalah sehingga Anda akan menemukan solusi yang tepat.

Laptop yang lemot bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

Kapasitas memori penuh, baik harddisk maupun akses memori (RAM)

Serangan virus

Terlalu banyak aplikasi yang berjalan atau Anda instal

Laptop yang Anda miliki sudah kedaluwarsa, sehingga tidak memenuhi spesifikasi minimum untuk menjalankan aplikasi/software terbaru

Nah, jika Anda menemukan berbagai penyebab tersebut, Anda bisa mengatasi laptop lemot dengan beberapa cara yang kami rangkum di bawah ini:

Tips cara agar laptop tidak lemot Windows 10

Cara pertama mengatasi laptop lemot adalah dengan mengecek atau mengontrol berbagai aplikasi yang ada. Hal ini perlu kita lakukan untuk mengetahui berapa banyak dan berapa banyak aplikasi yang telah kita install di laptop.

Selanjutnya, kita juga perlu mengetahui aplikasi mana yang berjalan di belakang layar tanpa sepengetahuan kita. Pasalnya, beberapa aplikasi yang berjalan terkadang membebani memori yang cukup besar, sehingga berdampak pada lambatnya laptop.

Contohnya adalah pembaruan Windows 10 yang dapat kita lakukan secara otomatis (tanpa sepengetahuan Anda) ketika laptop terhubung ke Wi-Fi. Dalam hal ini, Anda dapat mematikan pembaruan sesuai keinginan. Cara mematikan update otomatis di Windows 10 juga cukup mudah kita lakukan.

Nah, jika laptop Anda menggunakan sistem operasi Windows 10, untuk memeriksa aplikasi Anda, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

BACA JUGA:   Program Aplikasi yang Digunakan dalam Pekerjaan Peta Minda Dinamakan

1. Verifikasi aplikasi

Langkah 1: Buka Pengelola Tugas

Pada tahap ini tujuannya adalah untuk mengetahui aplikasi mana saja yang sedang berjalan di laptop kita. Oleh karena itu, kita bisa mengukur kemampuan prosesor yang kita miliki.

Di sini kita akan melihat berapa banyak memori (RAM) yang telah Anda gunakan, beserta kapasitas prosesor (CPU). Jika resource RAM yang Anda gunakan cukup tinggi, bisa menjadi salah satu “akar” kelambatan laptop.

Langkah 2: Cari aplikasi yang “memakan” sumber daya yang besar

Untuk mengurangi aktivitas penggunaan RAM dan CPU, Anda perlu menemukan aplikasi yang menggunakan kedua sumber daya tersebut cukup tinggi. Setelah kita temukan, Anda dapat menutupnya secara paksa dengan mengklik “End Task”.

Dengan cara ini, kapasitas yang Anda gunakan pada RAM dan CPU akan berkurang, sehingga kinerja laptop akan sedikit berkurang.

Langkah 3: Temukan aplikasi yang berjalan di belakang layar

Pengelola Tugas juga dapat memberi tahu kami bahwa ada beberapa aplikasi yang berjalan di belakang layar. Ini juga bisa menjadi salah satu “primer” penggunaan memori yang tinggi, sehingga laptop menjadi lambat.

Juga di Task Manager, lihat bagian “Background Processes”, di bagian ini ada sejumlah aplikasi yang bekerja di belakang layar tanpa sepengetahuan kita.

Cari dan temukan aplikasi yang “memakan” resource besar, jika ada aplikasi yang mencurigakan atau tidak perlu. Anda dapat menonaktifkannya dengan mengklik “Akhiri tugas”

Selain dengan mengecek aplikasi ini, cara mengatasi laptop lemot juga bisa kita lakukan dengan cara menguninstall aplikasi tersebut. Jika aplikasi tidak terlalu berguna atau sudah tidak Anda gunakan lagi.

2. Copot pemasangan aplikasi

Seperti yang kita ketahui bersama, aplikasi atau software pada laptop membutuhkan kapasitas memori dalam jumlah tertentu. Namun, apakah semua aplikasi di laptop Anda sudah Anda gunakan sepenuhnya? Mungkin ada satu atau dua aplikasi yang sudah tidak dibutuhkan lagi.

Dengan cara ini, Anda perlu menghapus atau menghapus aplikasi untuk sedikit mengurangi kapasitas memori.

Juga, aplikasi atau perangkat lunak diinstal pada drive C, di mana drive ini Anda gunakan sebagai “wadah” untuk sistem operasi Anda.

Berikut langkah-langkah cara menghapus aplikasi di laptop:

Pertama 1: Buka menu Pengaturan, lalu pilih menu Aplikasi.

Langkah 2: Setelah membuka jendela pengaturan aplikasi, pilih tab menu “Aplikasi & Fitur”.

Langkah 3: Lihat jendela di sebelah kanan, di bagian ini Anda akan melihat semua aplikasi yang telah Anda instal di laptop Anda. Untuk melihat detailnya, Anda bisa scroll ke bawah, Anda juga bisa mengurutkan berdasarkan nama atau ukuran.

BACA JUGA:   Cara Daftar Telpon Rumah Kartu As Telkomsel

Dengan cara ini, Anda dapat melihat apakah aplikasi ini memenuhi kebutuhan Anda atau tidak. Jika tidak, Anda dapat menghapus aplikasi tersebut.

Langkah 4: Untuk meng-uninstall aplikasi yang Anda inginkan, klik aplikasi tersebut, maka akan muncul tombol “Edit” dan “Uninstall”. Di sini pilih “Copot pemasangan”.

Langkah 5: Ikuti instruksi dan hapus urutan aplikasi yang dipilih (seperti saat Anda menginstal aplikasi)

3. Gunakan antivirus

Selain pengaruh aplikasi, laptop yang lemot juga bisa karena serangan virus. Virus ini merupakan program yang dapat berjalan dan berkembang biak di komputer/laptop.

Akibatnya, pengguna akan merasa terganggu dengan berbagai “perilaku”. Dan salah satu efek/akibat yang sering terjadi adalah laptop menjadi lambat dan sistem operasi juga tidak dapat bekerja secara maksimal.

Untuk mencegah atau mengatasi serangan virus tersebut, Anda bisa menginstall antivirus. Dalam versi Windows 8 dan Windows 10, sebenarnya dilengkapi dengan Windows Defender / Windows Security.

Antivirus bawaan windows ini pun sebenarnya sudah cukup untuk melindungi laptop anda, namun jika anda menginginkan antivirus yang lain, menginstall tidak ada salahnya. Pasalnya, Windows Defender dapat diintegrasikan dengan antivirus lain yang terpasang di laptop Anda.

4. Gunakan alat defrag

Defrag Tools adalah fitur dan fungsionalitas yang Windows sediakan untuk melakukan analisis dan optimasi pada hard drive Anda. Ya, Anda tidak perlu menginstal aplikasi tambahan atau apa pun untuk menggunakan fitur ini.

Keuntungan mendefrag laptop Anda adalah akan ada banyak ruang di hard drive Anda. Ini karena fitur alat defragmentasi akan “memulihkan” dan “mengatur ulang” berbagai file ke “lokasi aslinya”. Lokasi yang dimaksud bukanlah folder, melainkan lokasi sebenarnya dan terletak di sektor harddisk.

Untuk menggunakan alat defrag, ikuti langkah-langkah berikut:

Langkah 1: Buka “Defragmentasi dan Optimalkan Drive”

Setelah alat Anda buka, sejumlah drive akan tampil di laptop.

Langkah 2: Dalam alat ini, Anda dapat memilih untuk menganalisis dan mendefrag atau mengoptimalkan. Jika Anda ingin menjalankan analisis terlebih dahulu, klik dan pilih tombol “Analisis”.

Namun, jika Anda dapat langsung memilih untuk defragment/optimasi, Anda dapat mengklik tombol “Optimalkan”.

Selesai.

Jadi, itulah cara agar laptop tidak lemot Windows 10, semoga bermanfaat.